Posted by: Qie | December 10, 2010

Hampir

Seorang tua terus mencabuti pasir merah dari gurun sinai..
Berharap temukan oase dibalik gersangnya..
Lama ia mengikis kulit untuk membakar api harapan..
Tubuh keriputnya pun ia lelang untuk bisa bertahan..
.
Secantik kupu-kupu yang menunjukan mahkotanya..
Ia haruslah menggeliat diatas selimut rusak sebelumnya..
Bahkan pernah tenggelam dalam tubuh tak berharga..
Untuk akhirnya mati dalam pujian-pujian manusia..
.
Berjalan serak, kuambil gelas tanah di atas meja..
Berulirkan warna, timbul hilangnya elok terasa..
Gunanya sama dengan gelas tak bercorak..
Namun gelas tanah itu bukan bentuk biasa..
Lebih menyakitkan langkah ia untuk tercipta..
Terbakar, tersayat dan lebam-lebam..
Hingga akhirnya harga hati bedakan rupanya..
.
Semua yang indah terasa luar biasa jika lama penantiannya..
Semua pelajaran teringat lebih lama jika besar rintangannya..
Semua pengalaman terucap bahagia jika jalannya bersama..
.
Sebentar lagi kawan, hanya sebentar..
Bukan dalam hitungan waktu, namun dalam bilangan keyakinan..
Sudah terlalu puas kita dengan tantangan hingga tak perlu lagi gentar..
Sudah terlalu bersabar kita bertahan hingga mudah berjalan sedikit lagi..
Jangan berhenti kawan, jangan..
Lihatlah,kita sudah hampir sampai..
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: