Posted by: Qie | January 23, 2010

Tiada Harap

Teringatku akan kalimat yang tertera dalam kesucian…
Lelaki yang baik untuk wanita yang baik..
Jiwaku tersadar dan melapuk tak sekuat dulu..
Ternyata terlalu banyak kekhilafan diriku selama ini..
..
Nyata tak layak lagi ku mengharapkanmu..
Walau ditimbang tahunan penantian dan kesetiaan..
Tetap saja bukan itu hakikatnya..
Karena simpulmu tak ada padaku..
.
Kini… Harus kutanggalkan dulu tali itu disini..
Kuikatkan pada dahan yang nampak bisa kuingat..
Mungkin suatu saat nanti aku akan mengambilnya lagi..
Ketika imanku sudah kembali pantas..
.
Cinta ini tak kuhilangkan..
Karena menjaganya selama ini sudah melelahkan..
Aku akan tetap mempertahankannya..
Walau kini tiada harap didalamnya..

Advertisements

Responses

  1. qie

    alamat blog baru saya

    vinadamayantisukandar.blogspot.com

    hehehe

    how’s life?
    ayo ngelog lagi

  2. mantab qie

  3. puisi sebelumnya “Harap” eh tau2 berikutnya jadi “Tiada Harap” o_O

    rada gimana aja rasanya =D

  4. sebenarny itu satu rangkaian.. tp agak aneh klo disatuin..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: