Posted by: Qie | March 8, 2009

untitled*

wi3cad3yfd4jb1jrh0wvikvi_500
Retakan indah  itu masih tejaga
Pada dinding putih pucat yang mulai kusam
Tiada terpahat oleh matahari maupun hujan batu
Namun dikikis dengan waktu yang tak mau singgah
.
Dan aku masih jaga pijakan itu
Diiringi oleh pesimis beralasan dan ragu  pada diri
Tetap ku kumpulkan embun daun yang dingin tuk tegarkan hati
Maaf….
Aku masih mencintaimu dengan segala caraku
Advertisements

Responses

  1. indah poem nya.

    mencintai seseorang dengan semampu kita

  2. yupz….ternyata Bang Qie ^^

  3. hmm…
    *sebenarnyatidaktahumaukomentarapa*

    suka pilihan kata-katanya.

  4. Nice poem…!!

  5. Wah puisi euy… tapi ga ngerti niy
    Terlalu tinggi kata2nya.
    Btw nie lagi mellow nih?

  6. heuheuheu… bener2 ga maksud…

  7. Hmmm… si Yahya lagi mellow lagi kayaknya 😛


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: