Posted by: Qie | November 25, 2008

Jengah

Sulit ku pahami
Mengapa bahagia itu pergi
Ketika jaring telah dibentangkan
Seakan diri ini telah menggenggam
.
Apakah aku acuh dengan kehidupan
Atau tak kuasa bersandiwara lagi
Dan khayangan yang lama tak ku jenguk
Suirkan dingin luka hitam ini
.
Ingin aku berteriak
Bahkan berpecah menjadi serpih
Demi angin-angin yang rela membawaku
Ke surga-surga yang lebih jenaka
.
Takan pernah lelah jika menunjuk kesalahan
Karena kita tak belajar untuk adil
Dan walaupun kini jengah dengan nafas sendiri
Aku masih belum berani mati
Advertisements

Responses

  1. Nice poem as usual πŸ™‚

    *pencet Ctrl+S*

  2. Nice poem. Bagus nih.

  3. *blok pakek mouse*
    *Ctrl C*
    *Ctrl V*
    *pergi lagi*

  4. aku ra mudeng puisi e…. ahaha

  5. yup setuju qie….

    jangan jadikan kesalahan orang lain sebagai pembenaran atas kesalahan diri.

    “hidupmu indah, bila kau tahu jalan mana yang benar”

    temaram tak selamanya suram
    bila lampion itu tersingkap
    pelita kan hapus temaram
    dan saat itu kan kau sadari bahwa ada keindahan yang hilang


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: